Saturday, November 1, 2008
INTERIOR 08, Design Competition: the winners
Big winner is the Dutch Levy Ishèle with ceramic tiles' UNITE 1406 UNITE 2604 ', in which the joints are part of the design.
For the 19th edition of the 08 INTERIOR Design Competition has written no fewer than 286 candidates from 33 countries. An international harvest so by an international jury was equally and considered on quality. Fourteen items were assigned a price. Further eight prototypes were Accolades with an honorable mention. In the difficult choice and deliberation was not chosen for trendy style elements or time-bound projects, but for the innovative nature.
The jury of 08 INTERIOR Design Competition, previously known as Design for Europe, consisted of designers Louise Campbell (DK, ° 1970) and Adam Goodrum (AU, ° 1972), Oscar Peña (CO / NL, ° 1958), Senior Creative Director at Philips Design and Marnick Smessaert (BE, ° 1964), CEO of Dark. In the three categories (Working, Playing and Living) was much folded and colorful lighting wires were often reduced. News and in fashion, but just not enough to go walking with a price. Slim found, simple finds and designers who dared draw outside the lines, fell the most in the taste by the judges.
The jury for this edition went looking for the best of the best. The appearance of this competition in mind, therefore, only came into prototypes that were truly innovative. Not all awards were handed out, only shows that quality was more important than quantity. It was a quest for that purpose had the innovative aspect of the prototypes, with material selection, use and aesthetics went hand in hand.
About the big winner that not only the price of the INTERIOR FOUNDATION got, but also those of the City of Kortrijk, was a unanimous verdict. The 1406 UNITE UNITE 2604 'of the Dutch Levy Ishèle made in a simple way, using a process known where the joints between tiles as a decorative element to occur. The ceramic tiles in beautiful objects in themselves, but by adding to be used as part of the draft, there was a greater whole. Smart and simple, sounded as the view of the jury.
The prototype game was open to both professional designers and young designers and design studios and design students, in solo, team or school could participate. Besides the struggle for honor, the prizes and nominations this international contest is also the ideal platform to be discovered. During INTERIOR 08 entries, all ten days exhibited. The winners and nominations are also included in the catalog.
The interior FOUNDATION hopes the outcome of this contest get a picture down to the direction of contemporary design evolves. Through this way a lot of winners and participants towards the industry.
http://www.crooze.fm
Friday, October 31, 2008
Keeping orchids | MEMELIHARA ANGGREK
Keeping orchids
Orchid is one of Indonesia's biological wealth is not lost famous with other ornamental plants. Unfortunately, orchids are often overwhelmed by the fans because there mengurusinya vagaries care less mastered. Here's how to care orchids that need to know.
Orchid plants known more people than other types of ornamental plants. String of beautiful flowers arranged by shape and color of flowers to create a variety of the fans never feel bored maintain this interest.
Naturally orchids on the tree of life attached twigs and other crops. Orchids can also grow in a pot filled with certain media. Media planting orchids usually the form of coconut fiber, charcoal, head fern or lumber.
While some factors that affect plant growth, such as environmental factors, including sunlight, humidity and temperature and maintenance such as fertilizers, pest control and process.
In general, orchids are cultivated orchids that require temperature 28o C, a minimum of 15o C. orchid soil generally more resistant to the heat of the orchid pot. But the high temperature can cause dehydration so that hinder the growth of plants.
Humidity is necessary for orchids, ranging between 60-85%. Function of high humidity for the plant, among others, to avoid evaporation, which is too high. On the night that kept the humidity is not too high, because it can lead to root decay.
TYPES orchids
Based on the pattern of growth, orchids are divided into two types, namely, simpodial and monopodial. Simpodial orchids do not have the main stems, flowers, out of the end of the stem and flower children return from plants that grow. Example simpodial orchids, among others: Dendrobium sp, sp cattelya, oncidium sp, and cymbidium sp. Orchids are generally live sets.
While orchids monopodial was characterized by the growing point is there in the end of the stem, and grow straight up on one stem. Interest exit from the stem between two leaves armpit.
TREATMENT
How to treat orchids relative easier for the climate of Indonesia. Orchids should be placed in a shady. Fertilization is done with disemprotkan way through the leaves because of the interest will grow above the leaves. Once a week is necessary. Process too often because they do not even will cause decomposition.
If there are rotten leaves, should be removed immediately by digunting. Then the flower stems that have finished developing so quickly cut the shoots grow, flower buds next.
Insects are one of the main causes of the failure of maintenance of orchids. Pests orchids many kinds, such as beetle elephant, the white lice, and conch, termites. Therefore, orchid fans must be sharp and often control the plant. If there is a known pest, so immediately discarded.
TYPES OF GROUP orchids
1. Epiphyte orchid, growing in the trees without harming other plants and its wet nurse need sunlight, such as cattleya sp.
2. Terrestrial orchids, and need to grow up the sun directly, for example aranthera sp
3. Litofit orchids, grow on rocks, and resistant to full sun, for example denrobium phalaenopsis.
4. Saprofit orchids, which grow in media containing humusatau leaves dry, and requires little sunlight, for example goodyera sp.
MEMELIHARA ANGGREK
Anggrek merupakan salahsatu kekayaan hayati
Tanaman anggrek lebih banyak dikenal orang daripada jenis tanaman hias lainnya. Untaian bunganya yang tersusun indah dengan bentuk dan corak bunga yang beragam membuat para penggemartidak pernah merasa bosan memelihara bunga ini.
Secara alami anggrek hidup menempel pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain. Anggrek juga dapat tumbuh dalam pot yang diisi media tertentu. Media tanam anggrek biasanya berupa sabut kelapa, arang, bongkol pakis ataupun potongan kayu.
Adapun beberapa factor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, seperti factor lingkungan, antara lain sinar matahari, kelembaban dan temperature serta pemeliharaan seperti: pemupukan, penyiraman serta pengendalian
Pada umumnya anggrek-anggrek yang dibudidayakan memerlukan temperature 28o C, minimum 15o C. anggrek tanah pada umumnya lebih tahan panas dari pada anggrek pot. Tetapi temperature yang tinggidapat menyebabkan dehidrasi sehingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Kelembaban yang diperlukan untu anggrek berkisar antara 60-85%. Fungsi kelembaban yang tinggi bagi tanaman antara lain untuk menghindari penguapan yang terlalu tinggi. Pada malam harikelembaban dijaga agar tidak terlalu tinggi, karena dapat mengakibatkan akar busuk.
JENIS-JENIS ANGGREK
Berdasarkan pola pertumbuhannya, anggrek dibedakan menjadi dua jenis yaitu, simpodial dan monopodial. Anggrek simpodial tidak memiliki batang utama, bunga keluar dari ujung batangdan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh. Contoh anggrek simpodial antara lain: dendrobium sp, cattelya sp, oncidium sp, dan cymbidium sp. Anggrek ini umumnya hidup menempel.
Sedangkan anggrek monopodial dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat di ujung batang, dan pertumbuhannya lurus ke atas pada satu batang. Bunga keluar dari sisi batang di antara dua ketiak daun.
PERAWATAN
Cara merawat anggrek relative lebih mudah untuk iklim
Jika ada daun yang busuk, sebaiknya segera dibuang dengan cara digunting. Kemudian batang bunga yang telah selesai berkembang segera dipotong agar tumbuh tunas-tunas bunga berikutnya.
JENIS KELOMPOK ANGGREK
1. Anggrek epifit, tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan cahaya matahari, misalnya cattleya sp.
2. Anggrek terrestrial, tumbuh ditanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung, misalnya aranthera sp,
3. Anggrek litofit, tumbuh pada batu-batuan, dan tahan terhadap cahaya matahari penuh, misalnya denrobium phalaenopsis.
4. Anggrek saprofit, tumbuh pada media yang mengandung humusatau daun-daun kering, serta membutuhkan sedikit cahaya matahari, misalnya goodyera sp.
Friday, October 17, 2008
NUANSA ALAMI BATU ALAM
NUANSA ALAMI BATU ALAM
Tercermin dari Tekstur, Finishing dan Pencahayaan

Kala awalnya penggunaan batu alam sebagai bahan finishing untuk bangunan baru dikenal pada kalangan terbatas, Batu Alam Indah mengenalkan dan mengembangkan penggunaan batu alam pada masyarakat dengan sentuhan cita rasa arsitekural yang alami berpadu dengan corak warna dan tekstur khas alamiah sehingga keberadaan batu alam sebagai bahan finishing merupakan pilihan utama saat ini.
Batu alam secara alamiah mempunyai beraneka ragam corak warna khas yang dapat dikelompokkan dalam warna dasar putih, cream, kuning, hijau, merah, abu-abu dan hitam. Corak warna tersebut menyatu 
dengan motif dari batu alam tersebut, mulai dari motif polos, berurat kayu halus dan kasar sampai ke pola trotol. Dari segi finishing permukaan batu alam dahulu hanya mengenal dua macam yaiturata alam (kulit) dan rata mesin (pada permukaan batu terdapat goresan pisau dari hasil pemotongan batu). Pada saat ini sejalan dengan tuntutan desain maka finishing permukaan batu tidak hanya sekedar dua jenis lagi melainkan semakin berkembang oleh sebab itu Batu Alam Indah menerapkan teknologi yang tepat guna dalam menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kini, Batu alam Indah siap menyediakan bebagai finishing batu alam, seperti : Honed Finish, Flamed, Bush Hammerd, Rock Face. Dalam penerapan desain, finishing ini dapat dikombinasikan dengan sangat indah karena masing-masing mempunyai tekstur yang sangat khas sehingga nuansa alami karakteristik batu alam semakin menonjol manakala sentuhan akhir pada permukaan batu alam diberikan coatingnatural look maupun wet look. Saat ini batu alam tidak hanya untuk aplikasi outdoor tetapi pada indoor-pun sudah memakai batu alam, dengan desain dan pilihan warna yang sesuai dengan interior ruang, ditambah dengan penempatan efek lighting yang tepat, sehingga cita rasa dan gaya arsitektur terwujud nyata dan alamiah.
BATU ALAM INDAH
Showroom:
Komplek Mangga Dua Terpadu Blok A No. 12A
(blk. Hotel Dusit)
Telp. 021 6125111, 6125112, 6125113
KOMBINASI MOTIF DI AREA TANGGA
KOMBINASI MOTIF DI AREA TANGGA
Mengaplikasikan cat dekoratif membutuhkan kreatifitas dan imajinasi pemiliknya. Kita bisa memanfaatkan berbagai teknik pengecatan dekoratif. Terpenting hasil akhirnya tetap memberi nuansa baru pada rumah. Misal bagian bawah tangga dapat diekplorasi dengan memanfaatkan dua teknik pengecatan. Garis-garis horizontal tidak beraturan dipasangkan dengan motif bercak menyerupai granit.

Teknik sponging yang menghasilkan bercak-bercak dipilih dua warna. Bidang aplikasinya dilakukan dua kali pelapisan. Masing-masing dengan warna yang berbeda, warna gelap dan terang. Bagian tengahnya dipilih teknik motif garis garis horizontal. Untuk endapat permukaan yang kasar dan bergaris, cat dicampur dengan lem putih atau semen putih, kemudian cat pada bidang secara merata.
TEKNIK RAGGING DI DINDING FOYER

Teknik ragging dihasilkan dengan memanfaatkan sepotong kain. Ada dua cara yang bisa dilakukan, mencelupkan kain pada cat lalu menepukkannya ke dinding atau mencat dinding terlebih dahulu, lalu menempelkan kain pada dinding yang masih basah tersebut. Efek yang dihasilkan berupa lipatan-lipatan kain yang membentuk corak tertentu.
Ketebalan corak tergantung kepada keahlian aplikator, umumnya kita bisa perhalus dan pertebal sesuai keinginan.Area foyer dengan tema mediteranian dengan pilihan warna hangat dan natural seperti krem, cocok dipadankan dengan warna emas dan kayu. Piihan lantai pun harus disesuaikan, sehingga satu area yang enak dipandang.
Thursday, October 16, 2008
KOMBINASI SPONGING DAN GARIS VERTIKAL
KOMBINASI SPONGING DAN GARIS VERTIKAL


Tampilan kamar tidur bisa cantik dengan mengkombinasikan beberapa teknik cat dekoratif . pilihan warna yang tepat dan teknik pengecatan yang baik menghasilkan kesan ruang yang berbeda dari
biasanya. Teknik sponging yang menghasilkan bercak-bercak halus bisa dipadankan dengan garis-garis vertical.
Pengecatan terbagi menjadi dua bagian , atas untuk pengecatan sponging dan bawah untuk garis-garis vertical. Di bagian tengah bisa dipasang border wallpaper kartun untuk menguatkan tema. Garis vertikal bisa diselang seling dengan warna yang berbeda, namun masih dalam tema yang sesuai. Bisa juga memanfaatkan cat yang dipakai untuk teknik sponging, sehingga ada kesatuan konsep yang saling mengikat.
TEKNIK COMBING
Teknik ini membutuhkan imajinasi dan kreativitas aplikator dalam membuat pola. Alat yang digunakan berupa sisir karet. Cara kerjanya sangat sederhana, goreskan sisir di atas cat yang masih basah. Hasil goresan tersebut akan membentuk efek garis sesuai arah tarikan sisir. Polanya bisa bergelombang satu arah atau bertabrakan. Pilih warna yang berbeda dengan cat dasarnya, sehingga saat sisir ditarik cat dasar akan terlihat jelas.Aplikasi teknik ini bisa dilakukan hanya disalah satu sisi dinding
kamar. Terpenting kamar terlihat hidup dan tidak membosankan. Bisa juga memadukannya dengan hiasan plafon dekoratif, sehingga menguatkan karakter penghuninya.